Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

Sunday, April 12, 2009

AMPHIBI


PENGAMATAN ANATOMI EKSTERNAL
DAN INTERNAL AMPHIBI

Mubarok Farid
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Brawijaya

ABSTRAK

Amphibia adalah hewan berdarah dingin yang mampu menyesuaikan cara hidupnya dengan lingkungan. Di daerah beriklim sedang, bila musim dingin tiba, hewan ini bersembunyi di mana saja, misalnya mengubur diri dalam lumpur parit, dikubanan atau di tanah yang basah di antara batu-batuan. Selama tidur pada waktu musim dingin, hewan ini tidak makan, dan sedikit pertukaran udara yang dibutuhkannya, yang berlangsung melalui kulitnya. Tujuan dari praktikum Pengamatan Anatomi Eksternal dan Internal pada Amphibia adalah untuk mengetahui bentuk, struktur, fungsi serta susunan alat tubuh pada Amphibia. Praktikum ini menggunakan Bufo sp sebagai objek yang diamati, dan menggunakan alat pinset, gunting bedah, jarum, alat tulis, kertas pengamatan, serta papan bedah. Praktikum ini menggunakan metode insectio atau pengamatan eksternal secara langsung dan sectio atau pembedahan untuk pengamatan internal. anatomi eksternal amphibi terdiri dari caput, cervix, truncus, dan ekstremitas. Caput amphibi terdiri dari rima oris, cavum oris, nares anteriores, organon visus, dan membran timpani. Ekstremis mempunyai dua bagian yaitu anterior dan posterior. Anatomi internal amphibi adalah cor, hepar, kantong empedu (vesica fellea), ventrikulus, intestinum, pancreas, spleen, pulmo, dan testis.


Kata kunci: Bufo sp, anatomi, fungsi


0 comments: